Showing posts with label penggabungan usaha. Show all posts
Showing posts with label penggabungan usaha. Show all posts
Contoh Soal Laporan Keuangan Konsolidasi Akuisisi Saham

Contoh Soal Laporan Keuangan Konsolidasi Akuisisi Saham

Konsolidasi atas Akuisisi Saham | Consolidating Stock Acquisition

Didalam proses akuisisi saham, perusahaan yang mengakuisisi hanya berurusan dengan shareholder atau para pemegang saham, dan tidak berurusan dengan perusahaan yang diakuisisi (investee).

Contoh Soal: Akuisi Saham | Stock Acquisition

Kita akan menggunakan contoh soal yang pertama , dipostingan yang sebelumnya tentang akuisisi net asset Disini

Namun yang di beli bukan net asetnya tetapi adalah sahamnya, dan Rp 500.000 dibayarkan kepada share holder (pemegang saham).

Ini saya cantumkan kembali neraca sebelum terjadi akuisisi.


PT Astrea Balance Sheet
AssetsLiabilities and Equity
Cash800.000Current Liabilities150.000
Account Receivable300.000Bonds Payable500.000
Inventory100.000Common Stock100.000
Equipment150.000Retained Earnings600.000
Total1.350.000Total1.350.000
PT Nick Balance Sheet
AssetsLiabilities and Equity
Account Receivable200.000Current Liabilities100.000
Inventory100.000Common Stock200.000
Equipment300.000Retained Earnings300.000
Total600.000Total600.000


Atas akuisisi saham tersebut PT Astrea akan menjurnalnya sebagai berikut:

Investmen in Subsidiary 500000
Cash 500000

Dan kita perhatikan dalam penjurnalan ini tidak ada mencatat penambahan aktiva ataupun hutang (liabiliteis). Melainkan hanya tercatat sebagai investasi. Mengapa?

Ini dikarenakan yang diakuisisi hanya saham saja, dimana saham yang senilai Rp 500.000,- merefleksikan atau mencerminkan dari nilai aktiva bersihnya juga. Ini menunjukkan hak kontrol atau hak kendali didapatkan dengan cara membeli saham PT Nick

Kita memerlukan kertas kerja seperti dibawah ini untuk membuat neraca konsolidasi:

Trial Balance Elimination & Consolidated
Adjustment Balance
 Astrea PT Nick Dr Cr Sheed
Cash 300.000 - - - 300.000
Account Receivable 300.000 200.000 - - 500.000
Inventory 100.000 100.000 - - 200.000
Investment in PT Nick 500.000 - - 500.000 -
Equipment 150.000 300.000 - - 450.000
Goodwill - - - - -
- -
Current Liabilities -150.000 -100.000 - - -250.000
Bonds Payable -500.000 - - - -500.000
Common Stock PT Nick - -200.000 -200.000 - -
Retained Earning PT Nick - -300.000 -300.000 - -
Common Stock PT Astrea -100.000 - - - -100.000
Retained Earning PT Astrea -600.000 - - - -600.000
Total 500.000 500.000 -


Melihat kertas kerja laporan konsolidasi diatas. Mungkin ada pertanyaan, mengapa ada perlakuan eliminasi?

Perlu untuk disadari, PT Nick telah menjadi subsidiary PT Astrea. Neraca konsolidasi diatas disusun oleh PT Astrea (Bukunya PT Astrea) untuk menyatukan laporan keuangan PT Nick dan PT Astrea yang mulanya terpisah.

Apakah mungkin PT Astrea menanam investasi pada perusahaan dia sendiri?

Tentu saja tidak, maka dari itu perlu dilakukan eliminasi !

Pun dengan ekuitas pemegang saham perusahaan investee, perlu dilakukan eliminasi karena aset ataupun kewajibannya adalah milik perusahaan Astrea itu sendiri selaku perusahaan induk.

Jurnal Eliminasi nya adalah seperti dibawah ini:

Common Stock PT Nick 200.000
Retained Earning PT Nick 300.000
Investmen in PT Nick 500.000

Saya pikir untuk basic laporan keuangan konsolidasi sudah cukup. Bagaimana apabila nilai buku perusahaan investee tidak sama dengan harga pasarnya?

Bagaimana apabila proses akuisisi dilakukan dengan cara mengeluarkan bond, saham dan ada extraordinary items?

Bagaimana apabila hak kempilikan kurang dari 100%? laporan konsolidasi setelah terjadi akuisisi?

Dan banyak lagi pertanyaan selanjutnya yang lebih kompleks, jika ada waktu saya ingin memberi contoh soalnya juga, namun harap bersabar, karena kesibukan di dunia nyata, tak mungkin saya posting secepat kilat. hehehe

Contoh Soal Laporan Keuangan Konsolidasi Net Aset

Contoh Soal Laporan Keuangan Konsolidasi Net Aset

Bagaimana Cara membuat Laporan Keuangan Konsolidasi?

Setelah kita selesai bicara tentang teori basic, serta tetek bengek pengertian mengenai laporan keuangan konsolidasi atau penggabungan usaha.

Ada baiknya corat coret tentang contoh soal laporan konsolidasi

Contoh Soal Laporan Keuangan Konsolidasi

Contoh soal: Pengambilalihan Aset Bersih

PT Astrea (A) mengambil-alih Aset Bersih (net assets) PT Nick (N) dengan kas sebesar Rp 500.000. dengan asumsi nilai buku aset sama dengan harga pasar (Fair-Market Value).

Neraca ke-2 perusahaan sebelum terjadi proses akuisisi terlihat seperti ini:

PT Astrea Balance Sheet
Assets Liabilities and Equity
Cash 800.000 Current Liabilities 150.000
Account Receivable 300.000 Bonds Payable 500.000
Inventory 100.000
Common Stock 100.000
Equipment 150.000 Retained Earnings 600.000
Total 1.350.000 Total 1.350.000
PT Nick Balance Sheet
Assets Liabilities and Equity
Account Receivable 200.000 Current Liabilities 100.000
Inventory 100.000 Common Stock 200.000
Equipment 300.000 Retained Earnings 300.000
Total 600.000 Total 600.000


Dengan terjadinya akuisisi ini, PT Astrea (Parent Company) menjurnal:

Account Receivable 200
Inventory 100
Equipment 300
Current Liabilities 100
Cash 500

Karena nilai buku sama dengan nilai wajarnya, maka tak perlu dilakukan revaluasi juga tidak akan muncul goodwill yang harus di akui

Sehingga, Neraca setelah adanya konsolidasi PT Astrea (perusahaan induk) dan PT Nick menjadi nampak seperti:

PT Astrea Balance Sheet
Assets Liabilities and Equity
Cash 300.000 Current Liabilitis 250.000
Account Receivable 500.000 Bonds Payable 500.000
Inventory 200.000 Common Stock 100.000
Equipment 450.000 Retained Earning 600.000
Total 1.450.000 Total 1.450.000


Apakah laporan konsolidasi sesederhana itu ?
Iya, ini hanya basic saja untuk memudahkan pemahaman, tentu lebih banyak detail dan lebih kompleks lagi pada realisasinya.

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi

Apakah anda pernah mendenger laporan konsolidasi sebelumnya ?

Mungkin bagi mahasiswa akuntansi yang kuliah masih semester awal hingga pertengahan belum begitu familiar dengan laporan keuangan konsolidasi.

Biasanya materi ini diberikan biasanya pada akuntansi lanjutan akhir, saat sudah memasuki semester semester akhir.

Apa yang dimaksud laporan keuangan konsolidasi ?

Apa saja pendekatan atau metode yang dipakai ?

Bagaimana prosedur-nya ?

laporan keuangan konsolidasi


Apa itu laporan konsolidasi perusahaan?

Pengertian laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang memberikan informasi posisi keuangan serta hasil operasi suatu perusahaan induk (perusahaaan pengendali) dan satu atau beberapa anak perusahaan (perusahaan yang dikendalikan) dan seolah kedua entitas terpisah tersebut merupakan satu perusahaan.

Jadi laporan keuangan konsolidasi dibutuhkan apabila salah satu dari perusahaan yang bergabung mempunyai kendali atas perusahaan yang lain.

Apabila tidak memiliki kontrol, saya pikir tidak diperlukan laporan keuangan konsolidasi.

Jika tidak memiliki kontrol atau kendali yang lebih, maka mereka adalah sebuah entitas yang mandiri dan masing masing dari mereka akan membuat laporan keuangan sendiri2 dan tidak akan mungkin/tidak bisa digabungkan, ditambahkan atau pun sejenisnya.

Sedikit catatan, bentuk konkret dari hak kendali atau hak kontrol yang lebih adalah adanya kepemilikan saham secara mayoritas dibanding perusahaan yang lainnya.

Apa Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi?

Laporan konsolidasi bertujuan agar bisa memberikan suatu gambaran yang objektif dan kesesuaian dengan posisi keseluruhan serta aktivitas suatu perusahaan yang terdiri dari sejumlah entitas yang saling berhubungan (hubungan istimewa).

Laporan keuangan konsolidasi diharapkan tidak menyesatkan pihak yang memiliki kepentingan.

Laporan konsolidasi wajib apabila satu entitas memiliki saham mayoritas yang beredar dari entitas lain.
Dan berikut beberapa manfaat dari laporan konsolidasi keuangan
  • Memberikan informasi kekinian bagi manajemen perusahaan induk mengenai aktivitas gabungan dari perusahaan konsolidasi.
  • Mendapatkan gambaran mengenai total sumber daya entitas hasil gabungan di bawah kontrol perusahaan induk kepada investor (pemegang saham) dan kreditor atau penyedia sumber dana yang lain.
Namun, selain manfaat di atas, ada dampak yang tidak baik dalam laporan keuangan konsolidasi, diantaranya:
  • Laporan konsolidasi bisa menyembunyikan/mengaburkan entitas individu yang kinerja-nya tidak bagus dengan entitas lain yang berkinerja bagus
  • Saldo laba di tahan konsolidasi tidak semuanya tersedia untuk deviden perusahaan induk, begitu juga dengan aset/aktiva
  • Rasio keuangan yang berdasar pada laporan konsolidasi tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang membentuk konsolidasi atau pun induk perusahaan.
  • Tidak semua akun dapat dibandingkan seluruhnya, contohnya akun piutang
  • Terlalu banyak tambahan informasi yang di butuhkan untuk menghasilkan penyajian laporan yang wajar

Secara umum, proses serta prosedur pembuatan laporan konsolidasi perusahaan seperti ini :

Laporan keuangan yang terpisah (dua atau lebih perusahaan) digabungkan bersama sama, setelah dilakukan penyesuaian serta eliminasi untuk menghasilkan laporan konsolidasi perusahaan.

Proses penyesuaian dan proses eliminasi tersebut terkait dengan aktivitas transaksi dan kepemilikan antar perusahaan.

Dan nantinya menjadi masalah adalah jika kepemilikan induk perusahaan terhadap anak perusahaan tidak mencapai 100% kepemilikan atau kurang dari 100%. Materi laporan keuangan konsolidasi ini memang agak susah jika dijelaskan.

Untuk mempermudah pemahaman yang komplit dan utuh tentang prosedur serta cara menyusun laporan keuangan konsolidasi perusahaan. 
Teori Laporan Keuangan Konsolidasi

Teori Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi | Teori

Postingan kali ini adalah lanjutan dari postingan laporan keuangan konsolidasi part 1 sebelumnya, juga sangat berhubungan dengan postingan tentang Merger dan Akuisisi.

Sebelum membahas teknikal-nya. Mari kita membahas teorinya terlebih dahulu mengenai laporan keuangan konsolidasi karena akan susah mengetahui tentang detail langkah teknis-nya sebelum mengetahui teorinya bukan ?

Sebelum-nya saya sudah pernah sampaikan tentang merger dan akuisisi, penggabungan usaha memiliki berbagai skema yang bisa dilakukan sesuai dengan tujuan dan maksud dari penggabungan itu sendiri.

Memperoleh kendali entitas usaha lain merupakan salah satu tujuan penggabungan entitas usaha.

Biasanya dilakukan dengan membeli mayoritas saham perusahaan investee dengan tanpa melikuidasi/membubarkan-nya.



Syarat wajib laporan konsolidasi hrus disusun adalah saat salah satu entitas yang bergabung mempunyai kendali atas entitas usaha (perusahaan) lain.

Perusahaan investor atau yang bisa disebut sebagai acquirer (perusahaan induk) adalah yang menyusun-nya.

Pengendalian atas perusahaan investee diperoleh jika salah satu entitas usaha yang bergabung memiliki lebih dari 50 persen hak suara pada perusahaan yang lain

Kecuali jika bisa dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian walaupun kepemilikan lebih dari 50 %.

Laporan tersebut harus didasarkan pada substansi dari peristiwa ekonomi dan tidak menyesatkan pihak yang berkepentingan. Apabila saham yang dibeli seluruhnya (100%), maka laporan keuangan konsolidasi mudah saja disusun.

Kita hanya menggabungkan saja kedua atau lebih hasil operasional perusahaan, guna menghasilkan 1 laporan keuangan, (skema perusahaan induk - perusahaan cabang).

Akan tetapi, persoalan muncul manakala investor membeli saham perusahaan investee kurang dari 100 persen

Artinya masih ada hak bagi perusahaan investee walaupun kecil atau sangat kecil (minoritas). Persoalan seperti itu pada akhirnya menimbulkan teori-teori dalam proses penyusunan lap. keuangan konsolidasi, berikut di antarnya:

#1. Teori Perusahaan Induk [Proprietary Theory]

Teori ini merupakan teori yang pertama diaplikasikan dalam sejarah penyusunan laporan konsolidasi.

Teori berdasar pada asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi merupakan perluasan dari laporan keuangan induk perusahaan.

Maka dari itu laporan keuangan konsolidasi dibuat berdasarkan sudut pandang pemegang saham perusahaan induk.

Artinya bahwa laporan keuangan konsolidasi hanya dibuat untuk kepentingan pemegang saham perusahaan induk.

Termasuk laba bersih laporan keuangan konsolidasi adalah ukuran laba rugi untuk perusahaan induk saja. Namun sayangnya, teori ini menjadi tidak aplikatif saat kepemilikan atas perusahaan investee tidak sampai 100 persen. maka akan muncul ketidak-konsistenan pada perlakuan akuntansi-nya. contoh:
  • Kepemilikan yang minoritas merupakan kewajiban dilihat dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk (kepemilikan minoritas dimasukkan dalam kelompok kewajiban), namun pada kenyataannya kewajiban yang dimaksud di sini bukanlah kewajiban yang berdasarkan pada konsep kewajiban pada umumnya atau yang lazim
  • Laba kepemilikan minoritas dianggap sebagai beban dari sudut pandang stockholder induk perusahaan, beban yang dimaksud tidaklah memenuhi kriteria lazimnya beban (beban yang lazim)

#2. Teori Entitas [Entity Theory]

Teori ini hendak menjawab solusi atas persoalan yang muncul dalam teori perusahaan induk [Proprietary Theory]
  • Teori Entitas merefleksikan sudut pandang keseluruhan perusahaan (induk-anak)
  • Laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi total laba laporan konsolidasi
  • kepemilikan minoritas adalah bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi
  • Ekuitas dan laba anak perusahaan ditentukan terhadap seluruh pemegang saham sehingga laba secara total dapat di distribusikan secara konsisten kepada pemegang saham mayoritas juga pemegang saham minoritas.
  • Seluruh aset bersih perusahaan anak di-konsolidasi-kan pada nilai wajar berdasarkan pada harga yang dibayar oleh perusahaan induk untuk kepemilikannya. Hal ini bertujuan untuk menjamin konsistensi penilaian aset bersih kepemilikan mayoritas dan juga kepemilikan minoritas
Kita bisa lihat, Teori Entitas ini seolah memaksakan kepemilikan minoritas berkepentingan atas laporan keuangan konsolidasi.

Padahal sebenarnya kepemilikan minoritas tidak memerlukan-nya.

Laba bersih dianggap suatu komponen dari ekuitas di neraca laporan keuangan konsolidasi.

Dan ini tidaklah relevan.

#3. Teori Kontemporer [Contemporary Theory]

Teori Kontemporer ini berada diantara teori perusahaan induk dan teori entitas.

Hal ini bisa kita lihat dari pendekatan yang dipakai dalam penyusunan laporan konsolidasi:
  • Dalam laporan keuangan konsolidasi, posisi keuangan disajikan sebagai hasil operasional usaha dari perusahaan tunggal, akan tetapi disusun terutama buat kepentingan pemegang saham dan kreditor perusahaan induk.
  • Laba bersih konsolidasi merupakan laba untuk stockholder induk perusahaan.
  • Laba kepemilikan minoritas merupakan pengurang dalam penentuan laba bersih konsolidasi, tapi bukan berarti menjadi beban seperti Teori Perusahaan Induk. Ini sebagai perwujudan alokasi realisasi laba perusahaan keseluruhan kepada pemegang saham baik mayoritas maupun minoritas.
  • Ekuitas kepemilikan minoritas dianggap sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi, dan dilaporkan dalam jumlah tunggal karena laporan konsolidasi tidak akan memberikan manfaat kepada kepemilikan minoritas
  • Aset bersih anak perusahaan di-konsolidasi-kan pada nilai buku aset ditambahkan dengan kelebihan investasi induk perusahaan atas nilai buku aset anak perusahaan. dan selisih-nya di amortisasi pada periode periode berikutnya.

Ketiga teori di atas merupakan teori tentang dasar penyusunan laporan konsolidasi yang menuai banyak pro dan kontra, namun, FASB cenderung lebih ada di tengah-tengahnya, seperti dalam statemen FASB No 94 yang menyatakan bahwa :
  • Kepemilikan minoritas dimasukkan sebagai komponen yang terpisah dari ekuitas neraca konsolidas
  • Laba kepemilikan minoritas bukanlah beban atau kerugian, tapi sebagai pengurang laba bersih konsolidasi untuk menghitung besaran laba mayoritas
  • Laporan konsolidasi harus menyajikan laba bersih untuk kepemilikan mayoritas dan juga laba bersih untuk kepemilikan minoritas.

Alasan Merger dan Akuisisi Perusahaan

Alasan Merger dan Akuisisi Perusahaan

Penggabungan Usaha 

Merger dan Akuisisi - Pengertian penggabungan usaha adalah aktivitas ekspansi usaha atau perluasan usaha yang dilakukan suatu perusahaan dengan satu atau beberapa perusahaan kedalam satu entitas ekonomi (perusahaan) yang bertujuan untuk memperluas usaha.

Penggabungan usaha merupakan salah satu dari beberapa strategi dari aktivitas perluasan usaha yang banyak dilakukan, jamak terjadi dimanapun.

Dalam penggabungan usaha. ada dua pilihan yang bisa dipilih caranya. yaitu MERGER dan AKUISISI.

merger dan akuisisi

Pengertian Merger dan Akuisisi

Pengertian Merger

Penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan perusahaan usaha dimana perusahaan membeli aset perusahaan lain dan perusahaan yang dibeli dibubarkan atau berhenti beroperasi.

Pengertian Akuisisi

Penggabungan dua tau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan usaha dimana sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain (saham) dan perusahaan yang dibeli tidak dibubarkan alias TETAP ADA.

Alasan Merger dan Akuisisi

Penyebab suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha ada banyak kemungkinannya.
Ada beberapa hal yang sering menjadi penyebabnya, antara lain:

#1. Diversifikasi Usaha

Diversifikasi Usaha atau business diversification adalah salah satu strategi perusahaan untuk menguasai berbagai bidang usaha yang berbeda.
Diversifikasi usaha ini akan membuka peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih dari usaha lain.

Sekaligus meminimalkan resiko. Apabila usaha yang satu tak sesuai ekspektasi, ada kemungkinan usaha yang lain lagi mendongkrak kondisi perusahaan.
Perusahaan melakukan investasi dengan membeli perusahaan yang profitable dan kemungkinan akan menambah pundi pundi perusahaan di masa yang akan datang.

Perusahaan memilih penggabungan usaha untuk berharap bahwa akan mendapat banyak keuntungan dimasa yang akan datang.

#3. Peningkatan Skala Perusahaan

Peningkatan skala perusahaan adalah salah satu alasan lain mengapa dilakukan penggabungan usaha.>

Terjadinya penggabungan usaha, akan menambah aset perusahaan

Jaringan (networking) dan jangkauan pasar juga akan semakin luas dari sebelumnya.

Dan pada ujungnya perusahaan akan mengalami peningkatan omset.

#4. Mengurangi Resiko

Di dunia ini, tak ada satupun usaha yang tanpa resiko, sudah berlaku umum rumus high risk, high return

Resiko tidak bisa dihilangkan dalam dunia bisnis, tapi resiko paling tidak masih bisa di manage.

Salah satu caranya adalah, dengan melakukan diversifikasi usaha.

Diversifikasi usaha dengan penggabungan usaha di luar bisnis utamanya adalah salah satu cara mengurangi resiko.

#5. Mengontrol Kendali atas Persaingan atau Perusahaan Lain

Mungkin, dari sekian alasan diatas tadi, mungkin inilah alasan yang paling sering melatarbelakangi suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha.

Beberapa kemungkinan yang menjadi alasan perusahaan ingin mengontrol kendali atas perusahaan lainnya.

1. Penetrasi pasar

Perusahaan perusahaan besar yang terkadang sulit untuk memasuki suatu area pasar tertentu yang menjadi targetnya biasanya melakukan penggabungan usaha ini.

Contohnya Philiph Moris, perusahaan rokok asal Amerika ingin memasuki pasar rokok di indonesia, sedangkan pasar rokok sudah memiliki budaya dan tradisi tersendiri, sehingga sulit bagi brand baru untuk masuk secara masiv di pasar indonesia

Philiph moris akhirnya mengakuisis HM Sampoerna yang menjadi pemain utama di pasar rokok tanah air.

Dengan penggabungan usaha ini. Philiph moris akhirnya bisa menjadi pemain utama di pasar rokok Indonesia juga Asia Tenggara.

2. Keberlangsungan Supplay Bahan Baku

Biasanya, perusahaan besar yang susah mendapatkan supplay raw material atau bahan baku yang sektor bisnis ini dikuasai oleh perusahaan lain, akan melakukan penggabungan usaha dengan perusahaan penyedia raw material tersebut.

Bisa dengan membeli perusahaannya.

Supaya suplay bahan baku yang dibutuhkan perusahaan itu terus bisa dikontrol dan terus mendapat suplay yang pasti akan kebutuhan bahan baku.

3. Mengurangi Kompetitor

Menguasai atau membeli perusahaan saingan adalah termasuk strategi yang banyak dilakukan untuk memenangi persaingan.

Contoh perusahaan yang mengakuisisi perusahaan pesaingnya sudah seringkali terjadi. Anda tentu bisa mencarinya di Google.

Contohnya, indofood yang pada tahun 2013 lalu mengakuisisi perusahaan bernama PT Indofood Mitra Bahari Makmur yang bermain di lini bisnis yang sama.

Dan juga mengakuisis PT Tirta Bahagia yang bergerak pada industri Air minum kemasan.

Bentuk Bentuk Penggabungan Usaha

Bentuk Bentuk Penggabungan Usaha

Bentuk Bentuk Penggabungan Usaha

Setelah beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang alasan mengapa perusahaan melakukan penggabungan usaha, kali ini saya ingin menulis mengenai bentuk bentuk penggabungan usaha itu sendiri.

Apa saja macam dan bagaimana caranya ?

Pengambil alihan suatu entitas lain, ada dua cara yang bisa ditempuh.

Cara yang pertama Net Asset Acquisition atau pengambil alihan aset bersih

Cara yang kedua adalah Share Acquisition atau pengambil alihan saham.

Penggabungan Usaha

Pengambil-alihan Aset Bersih | Net Asset Acquisition

Apabila yang di ambil alih adalah aset bersihnya

Maka penggabungan usaha yang terjadi adalah "Merger" atau juga bisa "Consolidation" (konsolidasi).

Aset dan Hutang dari perusahaan yang di akuisisi dipindahkan ke perusahaan yang mengambil alih atau yang mengakuisisi dan perusahaan yang diambil alih kemudian dibubarkan atau dilikuidasikan.

Merger menyebabkan operasi dari perusahaan yang dulunya adalah entitas yang terpisah sekarang akan berada dalam SATU KESATUAN entitas atau satu atap perusahaan.
Apa perbedaan antara merger dan konsolidasi?

Baiklah.. Lihat ini

1. Perusahaan ABC mengakuisisi perusahaan BCD = Perusahaan ABC
2. Perusahaan ABC mengakuisisi perusahaan BCD = Perusahaan EFG Itu adalah perbedaan Merger dan Konsolidasi

Yang mana yang merger dan yang mana yang konsolidasi ?

Apabila setelah terjadi pengambilalihan terjadi, perusahaan yang di ambil alih atau perusahaan investee dilikuidasi atau dibubarkan dan perusahaan hasil penggabunan tersebut memakai nama nama perusahaan yang mengakuisisi.

Maka penggabungan seperti ini dinamakan MERGER.

Misalnya: Perusahaan ABC mengakuisisi perusahaan BCD = Perusahaan ABC Konsolidasi: Apabila Setelah terjadinya Penggabungan usaha dan kemudian kedua perusahaan yang menggabungkan diri kesemuanya dibubarkan atau dilikuidasi dan MUNCUL PERUSAHAAN BARU hasil penggabungan usaha tersebut dengan nama entitas usaha baru sebagai hasil peleburan kedua perusahaan untuk melanjutkan kegiatan ekonominya. 

Maka penggabungan ini dinamakan KONSOLIDASI, Misalnya: Perusahaan ABC mengakuisisi perusahaan BCD = Perusahaan EFG

Pengambil-Alihan Saham | Share Acquisition

Di dalam Pengambil-alihan dengan saham ini, penggabungan dilakukan dengan membeli mayoritas saham perusahaan yang diambil alih atau perusahaan investee.

Tidak dilakukan dengan mengambil alih aset bersih. Kemudian apabila perusahaan investee dilikuidasi atau dibubarkan Maka bentuk penggabungan ini dinamakan Merger, juga bisa jadi consolidasi seperti yang berlaku pada Pengambil-alihan Aset Bersih diatas.

Tetapi jika perusahaan investee tidak di likuidasi dan masih sama sama beroperasi rtinya penggabungan usaha ini dicatat sebagai Share Acquisition.

Kemudian perusahaan yang meng akuisisi akan disebut sebagai Perusahaan Induk, dan perusahaan investee yang di akuisisi kemudian disebut sebagai Anak Perusahaan.

Perusahaan yang mengakuisisi perusahaan investee memperlakukan kepemilikannya di perusahaan investee sebagai bentuk investasi karena tidak adanya perusahaan yang dibubarkan atas penggabungan tersebut.

Untuk memperoleh kendali, dalam Share acquisition ini, perusahaan yang mengakuisisi tidak perlu membeli atau mengakuisisi semua saham milik perusahaan investee yang di akuisisi. Cukup dengan menguasai saham mayoritas saja sudah cukup.

Jadi nanti hubungan yang timbul atas akuisisi saham ini adalah hubungan induk perusahaan dengan anak perusahaan. OK, Perlakuan Akuntansinya
Copyright © mnjmn. My Simple Template: Simple Template Design